Sinopsis Novel Sang Pemimpi menceritakan tentang sebuah kehidupan tiga orang anak Melayu Belitong yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron yang penuh dengan tantangan, pengorbanan dan lika-liku kehidupan yang memesona sehingga kita akan percaya akan adanya tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan kekuasaan Allah. Memilikikeyakinan yang kuat terhadap agama dianggap oleh banyak orang sebagai berpikiran sempit, dogmatis, bahkan fanatik. Dibanyak negara, kita dapat melihat sikap acuh tak acuh yang mencolok, atau kurangnya minat terhadap Tuhan dan agama. Kebanyakan orang tidak lagi mencari Tuhan karena mereka tidak percaya atau tidak yakin akan hal ini. IsiNovel. Novel ini berisikan tentang misteri pembunuhan yang dilakukan oleh seorang dokter dan dokter tersebut berencana melakukan pembunuhan terhadap seorang detective yang berhasil mengungkapkan kasus pembunuhan sang dokter tersebut dan detective itu berhasil menjebak dan menangkap sang dokter pembunuh tersebut. Tujuan Pengarang. Kitabiarkan Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu menceritakan kejadian tersebut. Putra Abu Thalhah dari Ummu Sulaim, meninggal dunia. Berkatalah Ummu Sulaim kepada orang-orang di rumahnya, “Jangan kalian beri tahu Abu Thalhah tentang kematian putranya ini. Biar aku sendiri yang akan menyampaikan kepadanya.” Datanglah Abu Thalhah. Akutidak pernah tahu harus bagaimana mengatakan pd dunia bertapa aku sangat ingin seperti mereka,, bisa mendengar & bernyanyi layaknya kehidupan normal.. Sayangnya aku terlahir dengan keadaan tuli, lebih sadisnya terkadang mereka orang2 yang tidak pernah mengerti perasaanku berkata kalau aku “ BUDEG” dan itu dituliskan di kertas untukkku BLcQee. Ditulis oleh Erika EriliaAku Tahu Kapan Kau MatiPERHATIAN!Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini. Aku Tahu Kapan Kamu Mati merupakan film horor yang dirilis pada tahun 2020. Sesuai dengan judulnya, ceritanya berfokus pada seorang gadis yang dapat melihat tanda kematian dari seseorang. Film ini diadaptasi dari sebuah novel horor berjudul sama karya Arumi E. yang awalnya populer di platform Wattpad. Aku Tahu Kapan Kamu Mati digarap oleh sutradara Hadrah Daeng Ratu. Sebelumnya, ia pernah menggarap beberapa film horor seperti Jaga Pocong 2018, Makmum 2019, dan MalamJumat The Movie 2019. Sementara skenarionya dipercayakan kepada Aviv Elham, penulis yang pernah menggarap naskah film Alas Pati 2018 dan Roy Kiyoshi The Untold Story 2019. Aku Tahu Kapan Kamu Mati menggandeng artis-artis muda terkenal seperti Natasha Wilona, Ria Ricis, dan Al Ghazali. Ditambah dengan ceritanya yang ringan dan berbumbu komedi, film ini sangat cocok buat para remaja pecinta horor. Sinopsis Film dibuka dengan adegan Siena Natasha Wilona yang terbaring koma di rumah sakit dan dinyatakan meninggal. Siena ternyata mengalami mati suri. Ia pun hidup kembali dan mengejutkan ketiga sahabatnya, Flo Ria Ricis, Neni Fitria Rasyidi, dan Vina Ryma Gembala, yang ada di asrama. Kehidupan Siena pun kembali normal. Ia masuk sekolah dan selalu menghabiskan waktu bersama ketiga sahabat baiknya. Hidup Siena semakin berwarna ketika kakak kelasnya yang bernama Brama Al Ghazali mendekatinya. Brama sendiri adalah murid tampan yang cukup populer dan disukai banyak cewek di sekolah. Siena sebenarnya juga menyukai Brama, tapi ia berusaha menahan diri dan menolak ketika cowok tersebut mengajaknya nonton bioskop. Alasannya, Siena tak mau berurusan dengan Denisa Sonia Alexa, mantan kekasih Brama yang tak suka dengannya. Seiring berjalannya waktu, Siena sadar bahwa mati suri yang dialaminya membawa perubahan besar. Ia kini bisa melihat makhluk halus. Semuanya makin suram saat satu per satu orang yang Siena kenal mendadak meninggal. Dimulai dari temannya yang bunuh diri, lalu disusul oleh kepergian Pak Somad yang tak lain adalah penjaga sekolah. Sebelum keduanya meninggal, Siena selalu melihat ada hantu di dekat mereka. Lambat laun Siena sadar bahwa hantu yang ia lihat adalah pertanda dari kematian seseorang. Hantu itu sebenarnya adalah arwah yang akan menjemput ajal kerabatnya dan hanya Siena yang dapat melihatnya. Konflik semakin rumit ketika Siena melihat hantu di dekat dua orang yang ia sayangi, yaitu Brama dan Flo. Yakin bahwa keduanya akan segera meninggal, Siena pun melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan mereka dari voucher streaming Netflix, Disney+, Prime Video, Viu, dll murah di Lazada Ia dan dua sahabatnya yang lain, Neni dan Vina, berusaha keras untuk menjaga Flo. Ketiganya sebisa mungkin menjauhkan Flo dari benda-benda yang bisa mengancam nyawanya. Mereka bahkan mendatangi seorang dukun untuk meminta pertolongan. Tak hanya itu, Siena juga menemui seorang wanita yang pernah mati suri untuk mencari tahu bagaimana caranya lolos dari maut. Setelah melakukan berbagai cara, Siena akhirnya menyadari bahwa tidak ada satu manusia pun yang bisa terhindar dari kematian. Film Horor dengan Cerita Ringan Aku Tahu Kapan Kamu Mati sebenarnya memiliki inti cerita yang cukup berat, yaitu kemampuan seseorang untuk melihat kematian. Namun film ini dikemas menjadi film horor remaja yang terasa sangat ringan. Aku Tahu Kapan Kamu Mati juga tidak terlalu menyeramkan. Ini bukan tipe film yang akan membuatmu tak bisa tidur atau takut ke kamar mandi saat tengah malam. Label horor di film ini hanya didukung oleh kemunculan hantu yang sayangnya kurang menciptakan kengerian. Horornya pun masih mengandalkan jumpscare yang mudah ditebak dan dengan suara yang mengagetkan. Nggak ada seorang pun yang bisa mengubah takdir yang sudah ditetapkan Tuhan. hlm. 37 SIENA. Satu kejadian pada masa lalu telah membuat hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, membentuknya menjadi pribadi yang tertutup dan sulit menjalin hubungan pertemanan. Berkali-kali dihakimi sebagai orang aneh, hanya karena dia memiliki kemampuan tak biasa, membuatnya sadar, kalau sebaiknya dia tidak usah terlalu banyak bicara. Apalagi, membicarakan apa yang dia lihat, tapi tak bisa dilihat orang lain. Sejak pernah mengalami mati suri tiga tahun lalu, entah sudah berapa kali Siena melihat pertanda kematian di wajah seseorang. Rasa pilu selalu menyergapnya tiap kali penglihatan itu muncul. Tiap dia kali berkata jujur memberitahu orang lain, dia malah disalahkan. Dia dituduh menyumpahi buruk orang lain, dibenci karena membuat orang bersedih, di-bully karena pernah memberitahu salah satu murid di sekolahnya akan mati dan esoknya murid itu benar-benar mati. Sejak itu dia tidak pernah lagi menceritakan hal gaib yang dilihatnya pada siapa pun. Semua itu cukup dia simpan rapat-rapat dan menjadi rahasianya sendiri. Dia sudah terbiasa sendirian tanpa teman, baginya tidak akan memaksakan diri menjadi ceria hanya untuk bisa mendapat teman. Padahal, Siena cukup cantik, hanya saja gadis itu punya aura dingin yang membuat orang segan berhadapan dengannya. “Kalian ini, cewek-cewek memang suka sirik deh, kalau ada murid cewek baru. Apalagi kalau cakep.” “Jadi, cewek pucat kayak gitu, lo bilang cakep?” “Lo naksir dia, Rem? Ambil gih. Bawa pulang.” “Hei, tahu nggak, anak baru itu bisa baca pikiran orang. Jadi, kalian hati-hati deh, kalau lagi dekat dia. Kosongkan pikiran kalian kalau nggak mau dibaca.” hlm. 17 NALA. Kata ayahnya, Nala adalah nama salah satu raja dari enam maharaja dalam mitologi Hindu India. Ayahnya memang sangat menyukai tokoh-tokoh dalam kisah pewayangan. Nala dan Flo sama-sama menyukai pelajaran kimia, mereka takjub dengan berbagai reaksi kimia yang umumnya bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Di kelas sebelas ini, Nala terpilih menjadi ketua KIR sehingga membuatnya memiliki beberapa pengagum. Bagaimana bisa, tidak kagum pada sosok Nala yang menarik? Dia hobi meneliti, membaca, membuat percobaan dan ganteng. Belum lagi dia punya hobi yang keren dan maskulin, mendaki gunung. Karena itu sejak Nala memutuskan menjalin hubungan kekasih dengan Flo, cukup banyak hati yang patah dan kecewa. Jika ditanya, kenapa Nala menyukai Flo, salah satu alasannya karena gadis itu selalu ceria. Walau hobi mengadakan penelitian ilmiah, tapi penampilan Flo tetap chic dan tidak kaku. Sayangnya, saat ini mood Flo sedang berada di titik terendah. Dan sepertinya itu gara-gara kehadiran Siena. “Flo pasti cemburu, makanya uring-uringan gitu.” hlm. 23 Pas baca kisah Siena ini, baru awal BAB saja, aku langsung teringat sepupu yang kisahnya 60% mirip seperti kisah Siena. Pertama, saat masih kecil, sama-sama pernah mati. Kedua, pasca mati suri, bisa melihat hal-hal yang kasat mata. Ketiga, sering diganggu hal-hal yang tak kasat mata itu. Bahkan menguras tenaga dan pikiran. Keempat, sama-sama bisa melihat masa depan’ seseorang. Sepupuku ini, yang dikatakannya cenderung 80% akurat. Tapi karena kemampuannya itu, dia sempat ditegur pakdeku yang merupakan ayahnya, dan berjanji untuk tidak menceritakan hal-hal yang bisa lihat di masa depan. Sampai sekarang, dia konsisten dengan janjinya itu. Satu lagi, kesamaannya adalah diikuti oleh teman kasat mata. Jika Siena di buku ini diceritakan bertemu dengan beberapa teman kasat mata, dan sebenarnya tujuan mereka sama minta ditolong. Begitu juga dengan sepupuku ini. Tapi dulu yang paling aku ingat adalah ada seseorang yang meninggal karena dijadikan tumbal oleh orangtuanya sendiri. Pokoknya lumayan sedih ceritanya. Dan lumayan lama sepupuku itu untuk bisa lepas dengan mahluk itu.. x Jika Siena cenderung tidak memiliki banyak teman seperti anak indigo lainnya karena dianggap berbeda’, sepupuku tidak seperti itu. Anaknya cerewet banget. Tapi kelemahannya adalah dia lemah banget fisiknya. Gampang banget lelah gitu, makanya dulu sama orangtuanya nggak diijinkan untuk kuliah karena tidak bisa mikir berat. Saat dulu masih SMA aja pas ujian kudu dipapah dengan orang lain. Sakit tapi nggak ada sakit. Bingung kan!?!? X Karena nggak bisa mikir berat itulah, sampai sekarang meski sudah memiliki anak tiga, dia tidak bisa menyimpan masalah sendirian. Harus diceritakan ke orang lain. Jika dulu kepada orangtuanya, sekarang dengan suaminya. Begitu pula dengan setting sekolah Siena. Suasanananya mirip ama sekolah tempat aku kerja yang terkenal lumayan horor. Dulu pas awal-awal kerja rada takut kalo ada yang kesurupan, sekarang udah nggak peduli lagi, saking seringnya, hahaha.. x Kalo di buku ini malah aman kok, nggak ada yang kesurupan. Paling hanya diganggu’ saja. Dulu sekitar empat tahun yang lalu ada siswi yang bisa melihat sesuatu yang kasat mata, nggak mau sekolah, bahkan hampir pindah sekolah karena katanya ada yang selalu menunggunya’ di pohon gerbang dekat sekolah. Ya, sekolah adalah salah satu tempat yang lumayan ramai’ penghuni kasat mata. Jangankan di malam hari yang sepi, pas siang aja kadang suka ganggu kok. Toilet siswa selalu identik dengan sesuatu yang menyeramkan. Begitu juga di sekolah, ada satu toilet yang ditutup konon katanya ada penunggunya x Nggak ketinggalan perpustakaan yang selalu identik dengan suasana sunyi dan senyap. Alhamdulillah hampir sepuluh tahun bekerja, nggak pernah liat yang aneh-aneh di perpustakaan. Amit-amit pokoknya. Soalnya agak horor juga, belakang adalah lokasi gudang sekolah yang artinya sebagai salah satu tempat nyaman’ bagi para penghuni kasat mata. Salah satu hal yang kulakukan adalah tidak menumpuk barang apa pun di perpustakaan yang terlihat berantakan karena nanti kesannya suram. Cuma sekaliii… pernah pas udah sore banget, mendengar semacam reruntuhan pasir dari atas genteng. Yang awalnya aku kira burung-burung di atas genteng atau anak-anak kecil yang kadang ngaji di masjid sekolah samping perpustakaan. Ternyata tidak ada siapa-siapa. Itu memang udah sore banget sih. Buat pembelajaran kudu waktunya pulang, hahaha… x Makanya waktu ada scene di perpustakaan di buku ini yang rada spooky, jadi merinding sendiri pas baca. Oleh karena itu, aku jarang banget sendirian di perpustakaan. Biarlah ramai dan berantakan tapi rame ada murid-murid unyu, wkwkwk… x Begitu juga dengan ruang penyimpanan alat-alat olahraga yang spooky, di sekolah tempat aku kerja juga gitu, hahaha.. x Sebenarnya sudah beberapa minggu lalu selesai membaca buku ini dalam sekali duduk. Tapi berhubung banyaknya kegiatan di sekolah, MID – TO – USBN yang artinya menguras tenaga dan pikiran, tidak ada waktu untuk menuliskan reviewnya. Ditambah lagi, saat menaruh buku ini di perpustakaan sekolah –meski belum kubarcode dan juga belum kutulis reviewnya-, ternyata banyak murid yang tertarik untuk membaca ini. Aku perbolehkan, asal membaca di perpus tapi tidak dibawa pulang. Kenapa? Karena kalo udah dipinjam satu murid bakal berlanjut ke murid lainnya dan bisa dipastikan lama akan balik ke perpustakaan. Sedangkan jika terlalu lama, biasanya nanti bakal lupa isi buku yang aku baca, hahaha.. x PustakawanMacamApaIni Versi filmnya sudah tayang. Beberapa kalimat favorit dalam buku ini Umur nggak bisa ditebak kapan berakhirnya. Yang awalnya kelihatan sehat bisa tiba-tiba meninggal. hlm. 26 Tak ada yang bisa mengelak dari takdir yang telah ditetapkan Tuhan. hlm. 53 Mahluk gaib itu memang ada. Tuhan menciptakan jin dan manusia, dan ada orang-orang tertentu yang mendapat kelebihan bisa melihat sosok-sosok gaib. hlm. 51 Banyak juga selipan sindiran halusnya dalam buku ini Jangan mendoakan orang nggak baik. hlm. 9 Nggak mungkin ada manusia yang nggak butuh makan. hlm. 15 Kosongin pikiran kalian kalau nggak mau dibaca. hlm. 17 Udahlah, berhenti kesalnya. Jangan gampang curiga. hlm. 20 Kenapa kamu jadi aneh banget gini, sih? hlm. 35 Terserah kamu percaya atau nggak. Yang penting aku udah ngasih tahu supaya kamu waspada. hlm. 37 Jangan terpengaruh sama film yang kamu tonton. Ini kehidupan nyata bukan film. Aku bukan mutan yang bisa mindahin barang cuma pakai pikiran. hlm. 45 Jangan ngomel terus. Nanti cepet tua loh. hlm. 50 Lo bikin gara-gara apalagi? hlm. 46 Jangan bersikap kejam sama diri kamu sendiri. hlm. 79 Jangan nuduh sembarangan. Lo nggak punya bukti. hlm. 131 Biasa deh, kebanyakan orang demennya memang nyalahin orang lain kalau ngalamin kejadian buruk. hlm. 165 Keterangan Buku Judul Aku Tahu Kapan Kamu Mati Penulis Arumi E. Penyunting Larasati Fitriani Penyelaras akhir Hani W. Pendesain sampul Dewickey R Ilustrator Dewickey R Penata letak Dewickey R Penerbit Loveable Penerbit PT Sembilan Cahaya Abadi Terbit 2019 Tebal 324 hlm. ISBN 978-602-5406-72-0

resensi novel aku tahu kapan kamu mati