Hinggasuatu hari muncul Lea (Titi Kamal), dosen muda yang pintar tapi kolotnya minta ampun. Simbiosis mutualisme pun terjadi antara Lea dan Jemi. Lea memberikan pelajaran intensif supaya Jemi bisa lulus, Jemi pun memberi “mata kuliah ekstra” pada Lea agar Lea lebih mengerti kenapa lelaki dan perempuan diciptakan berpasang-pasangan. Dalampetikan puisi karangan Subagio Sastrowardoyo di atas, Sita yang identik dengan gambaran istri suci dan setia dengan sukarela berhubungan intim dengan Rahwana. Titi. “Cinta Sita kepada Rama dalam Cerita Ramayana.” Skripsi Sarjana Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Depok, 2002. “Kesetiaan Lelaki (Poligami) dalam Imaji Dalambibir menguntum senyum,. Tanpa sedarku,. Air mata ini berjuraian laju,. Dalam ceriaku,. Hati ini menangis hiba,. Sukar nak diduga,. Bila harapan tak tercapai,. Bila impian hancur berkecai.. Bila mimpi turut berderai.. Musnah segalanya,. Bila parut lama terguris lagi.. Air mata darah pun bukanlah penawarnya! Aku Bukan Penyair ~SZ~ Bilamalam, dialah bintangku Bila siang, dialah matahariku Bila gelap, dialah cahayaku Bila sunyi, dialah yang slalu kurindu Saat sepi jiwaku tanpa senyumannya Dia adalah jantungku Dia adalah hatiku Dia adalah rasaku Dia adalah sayapku Yang ‘kan membawa ku terbang Dalam keindahan cintanya Aku resah bila dia jauh Lelah hatiku bila rindu menyiksaku AdaApa Dengan Cinta? ialah sebuah filem romantis Indonesia 2002 arahan Rudi Soedjarwo dan dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo.Filem ini ditayangkan selepas filem Petualangan Sherina yang dikeluarkan terlebih dahulu. Lagu tema Ada Apa dengan Cinta? yang dinyanyikan oleh Melly Goeslaw dan Eric menjadi hit dan penggambaran filem dibuat di SKLzA4s. Judul             Titi Kala Mangsa Pengarang     Arnis Silvia Ukuran          13 x 19 cm Tebal            viii + 118 halaman Harga            SINOPSIS ‘Puisi-puisi yang benar-benar dirajut oleh kejernihan hati dan ketulusan Terasa seperti sihir yang ditiupkan penulisnya dalam buhul-buhul makna yang mengikat ke batin Syarif Hade penulis novel Mahar Jingga dan sastrawan UIN Jakarta ‘Dalam perjalanan di kehidupan akan selalu ada pertemuan, pencarian, dan kenangan. Arnis merekam semuanya dengan apik. Pemilihan diksi dan cara pandang yang menarik untuk diikuti. Ada nuansa unik dan tanya yang ditawarkan, serta membacanya menjadikan kita Puji Prabowo founder Ruang Imajinasi Kejar Aurora, penulis Kejar Aurora ‘Puisi-puisi pada “Titi Kala Mangsa” seakan membawa kita ke ruang kata yang meresap pada sumsum jiwa. Bahasa yang dipilih menunjukkan bagaimana penulisnya melakukan observasi yang mendalam dan sangat menguasai “medan”. Saya sendiri ada beberapa puisi favorit pada kumpulan ini. Namun, secara keseluruhan, puisi ini penuh dinamika, meski tetap muncul nuansa kesendirian dalam memahami fenomena. Penulis berhasil menampilkan berbagai realitas dalam susunan dan ritma kata yang dipilih, sehingga tidak hanya mangkus, tetapi juga penuh makna. Membaca kumpulan puisi yang diperkaya dengan foto-foto ilustratif pada beberapa halamannya, membuat saya seperti hadir merasakan apa yang dilukiskan. Ada kerinduan, kegetiran, sepi, semangat, yang secara bergantian dipotret dalam kata-kata, membuat kita tidak bisa berhenti menghayatinya sampai halaman Tantan Hermansah sosiolog, trainer, kompasioner ‘Ada nyawa dalam tiap bait kumpulan puisi ini. Untaian katanya sederhana tapi sarat akan makna seakan mengajak pembacanya berimajinasi dan meresapi arti cerita yang tergambar di Ada keceriaan ada pula kegalauan. Tidak berlebih jika menyebut Arnis Silvia seorang penulis yang cerdas dan inspiratif’ Novriyanto Napu, Direktur Transbahasa, in Linguistics University of South Australia Daftar isi1 Apa itu titimangsa dalam puisi?2 Apa saja yang dinilai dalam membuat puisi?3 Titimangsa dalam naskah puisi?4 Aspek apa sajakah yang dapat dinilai dari karya cerpen dan puisi?5 Bagaimana Cara membuat puisi?6 Mengapa menulis puisi harus memilah kata dengan cermat? Memahami Puisi Modern Ada satu hal yang jangan tertinggal dalam menulis puisi yaitu penulisan titimangsa di baris terakhir puisi. Titimangsa adalah tempat dan tanggal kapan puisi dibuat. Apa saja yang dinilai dalam membuat puisi? Rubrik ini berisi berbagai aspek penilaian yang dalam penilaian menulis puisi, biasanya mencakup unsur batin dan unsur fisik seperti Keselarasan tema. Amanat/pesan. Diksi/pemilihan kata. Penggunaan majas. Penciptaan suasana/imaji. Bagaimana caranya yang tepat menulis puisi? Langkah-langkah Membuat Puisi Menentukan gaya puisi. Menentukan tema dan judul puisi. Membayangkan suasana. Menggunakan gaya bahasa. Kembangkan puisi seindah mungkin. Menulis puisi. Format naskah puisi? Format penulisan naskah puisi meliputi 1 Nama penulis puisi; 2 Judul Puisi; 3 Untuk siapa puisi ditulis; 4 Isi puisi; 5 Titi mangsa; 6 Biodata narasi. Titimangsa dalam naskah puisi? Titi mangsa artinya adalah waktu. Jadi, titi mangsa dalam puisi adalah keterangan tempat, tangal atau waktu saat puisi dibuat. Aspek apa sajakah yang dapat dinilai dari karya cerpen dan puisi? Aspek-aspek apa saja yang perlu diperhatikan dalam menilai sebuah karya sastra dalam bentuk bacaan cerita? Kejelasan bahasa Yang dipilih harus menggunakan bahasa yang sederhana, lugas. Kejelasan tema Kesederhanaan plot Kejelasan perwatakan Kesederhanaan latar Kejelasan pusat pengisahan Dimana letak judul puisi? Tempatkan judul puisi di tengah halaman. Tikkan judul menggunakan huruf kapital. Jangan apit judul dengan tanda kutip atau memiringkannya. Bagaimana untuk menentukan tema puisi? Tema puisi ada banyak sekali. Jadi, sebisa mungkin pilihlah tema yang benar-benar menarik. Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah menentukan judul yang berpacu pada tema. Misalnya saja kita menentukan temanya, yaitu kesetiaan. 2. Menentukan Kata Kunci Bagaimana Cara membuat puisi? Langkah-langkah Membuat Puisi 1 Menentukan gaya puisi 2 Menentukan tema dan judul puisi 3 Membayangkan suasana 4 Menggunakan gaya bahasa 5 Kembangkan puisi seindah mungkin 6 Menulis puisi Jika ingin menulis puisi penyair haruslah memilah kata-kata dengan cermat yaitu dengan cara mempertimbangkan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata di tengah konteks kata lain hingga kedudukan kata dalam puisi secara keseluruhan. Apakah pengarang bebas menulis puisi? Di sini, pengarang harus mampu merangkai kata-kata serta gaya bahasa yang telah dipilih dan mewujudkannya dalam bentuk tulisan. Pada tahapan ini, pengarang bebas menulis puisi sesuai dengan keinginan sendiri. Dalam arti tidak harus terpaku pada banyaknya bait atau banyaknya baris dalam bait.

titi mangsa dalam puisi